Kartel Internasional

Table of Contents

Kartel merupakan kesepakatan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya dalam barang atau jasa untuk memonopoli harga secara bersama agar mendapatkan keuntungan yang maksimal. Begitupun dengan apa yang kita sebut sebaga kartel internasional suatu bentuk organisasi internasional dari beberapa negara atau perusahaan pemasok (suplier) produk tertentu yang sepakat membatasi produksi dan ekspor mereka dengan tujuan memonopoli pasar sehingga dapat memaksimalkan keuntungannya secara bersama. Sehingga yang disebut sebagai kartel internasional merupakan sebuah organisasi internasional, dalam hal penguasaan pasara, dan hal ini tentunya akan menyamakan harga, mensepakati harga, membatasi produksi dan lainnya. Sebagian contoh dari organisasi kartel internasional, OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries) sebuah organisasi yang bergerak pada bidang perminyakan dunia yang mana tergabung dalam beberapa negara, yang mengasosiasikan harga dan hak konsesi minyak bumi, dengan perusahaan minyak diseluruh dunia yang tergabung didalamnya, IATA (International Air Transport Association) yang merupakan kartel dalam perusahaan penerbangan internasional, kemudian IBA (International Bauxite Association) pada besi dan alumunium.

Keuntungan dari Kartel Internasional ini terletak pada penetapan harga yang kemudian sesuai kesepakatan, sehingga terkadang antar asosiasi menyamakan harganya. Dengan seperti ini maka perusahaan akan mendapat keuntungan yang maksimum, karena harga diantara mereka relatif sama. Namun tentunya dengan adanya kartel ini membuat harga menjadi seolah kabur, karena kemudian apa yang membuatnya menjadi kabur adalah penentuan harga yang kemudian tinggi dan tidak sesuai dengan yang seharusnya. Begitupun kartel ini kan merugikan perusahaan lain yang tidak masuk dalam asosiasi. Namun kartel ini jelas akan mengalami kegagalan jika ada pesaing baru ataupun produsen baru yang kemudian menetapakan harga dibawah perusahaan kartel tadi, sehingga perusahaan kartel ini akan mengalami kegagalan, sehingga tidak banyak dari perusahaan kartel mereka bersepakat ketika kemudian muncul pesaing baru terkadang mereka akan mencoba menyingkirkanya.

Sebagaimana kita ketahui kartel ini akan merugikan konsumen dan produsen lain, sehingga bisa dikatkan kartel ini sebagai sebuah tindakan yang sebenarnya tidak fair dalam sebuah persaingan usaha. Harga minyak dunia yang selalu berubah – ubah, sehingga menyebabkan harga BBM di indonesia terkadang naik turun juga merupakan imbas dari kartel internasional tadi, karena mekanisme harga minyak diserahkan pada pasar, ditambah dengan subsidi BBM yang kemudian dicabuti ini kemudian merugikan masyarakat. Sebagaimana beberapa waktu lalu Honda dan Yamaha diduga melakukan kartel pada harga motor matic yang kemudian dijual dengan harga diatas 12jt yang seharusnya harga motor matic ini berkisar antara 8-10jt, sehingga akhirnya kasus ini sedang ditindaklanjuti dan jika terbukti maka akan kemudian diproses sesuai kebijakan. Kartel menguntungkan bagi perusahaan namun mungkin tidak bagi konsumen dan pesaing bisnisnya.
  

Posting Komentar